[today's bible read] Perpisahan Menyedihkan

Posted in today's bible read | No Comments »
Baca: Maleakhi 2:10-16


Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. —Maleakhi 2:15


Bacaan Untuk Setahun: Bilangan 15—16, Markus 6:1-29



Suatu drama terjadi di sebuah sarang elang botak yang terekam oleh web-cam. Sebuah keluarga elang yang penuh kasih sayang, dan yang disaksikan oleh banyak orang melalui internet, ternyata sedang bermasalah. Setelah membesarkan beberapa anaknya pada musimmusim sebelumnya, induk elang kembali bertelur pada musim semi. Namun kemudian, muncullah seekor elang betina muda yang mengacaukan rumah tangga yang bahagia ini. Ketika sang induk jantan mulai bergaul dengan elang betina muda itu, si induk betina terbang meninggalkan sarangnya dan telurtelur mereka menjadi tidak terawat dan mati.

Di suatu forum diskusi via internet, berbagai pertanyaan dan tuduhan dilontarkan. Semua yang menyukai pasangan burung tersebut merasa marah. Para ahli biologi mengingatkan para pencinta elang amatir agar tidak menganggap seakan-akan burung itu mempunyai nilai-nilai moral manusia. Namun sudah telanjur, mereka ingin pasangan burung tersebut kembali bersatu. Mereka seakan yakin bahwa keluarga itu sesuatu yang sakral.

Saat anggota forum diskusi itu menyatakan kesedihan mereka, saya jadi berpikir, apakah mereka tahu bahwa Allah juga merasakan hal yang sama terhadap perpisahan yang terjadi dalam keluarga manusia. Saya juga berpikir tentang diri saya sendiri: Mengapa saya merasa lebih sedih terhadap elang daripada terhadap keretakan keluarga manusia di sekeliling saya? Jelaslah, saya harus mengubah prioritas saya.

Dalam Maleakhi 2, kita melihat bagaimana Allah menghargai pernikahan. Pernikahan adalah lambang dari perjanjian-Nya dengan umat-Nya (ay.11). Allah memandang pernikahan dengan sangat serius—dan kita seharusnya juga demikian. —JAL

UNTUK DIRENUNGKAN
Di Maleakhi 2:11, apa arti “menajiskan” dan bagaimana caranya?
Bagaimana Maleakhi 2:15 menggemakan Kejadian 2:24?
Mengapa hal ini begitu penting? (Mal. 2:15-16).

Tempatkan Kristus sebagai yang utama, bila Anda menginginkan pernikahan yang langgeng.

Sumber : Our Daily Bread Indonesia

[today's bible read] Kisah Okello, Kisah Kita

Posted in today's bible read | No Comments »

Baca: Lukas 5:12-16


Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu. —Lukas 5:13


Bacaan Untuk Setahun: Bilangan 12—14, Markus 5:21-43

Teman saya, Roxanne, pernah mendapat sejumlah pekerjaan yang membanggakan di hidupnya. Ia pernah menjadi wartawan dan meliput pesta olahraga Olimpiade. Ia pernah bekerja di Washington, DC, untuk orangorang terkenal dan perusahaan ternama. Selama bertahun-tahun, ia telah menulis sejumlah artikel tentang atlet-atlet Kristen yang berprestasi. Namun, tidak satu pun dari semua pekerjaan tersebut sebanding dengan apa yang dilakukannya saat ini: membagikan kasih Yesus untuk anak-anak di Uganda.

Seperti apa hari-hari yang dijalaninya saat ini? Bayangkan suatu hari Kamis yang diguyur hujan, ketika ia berjalan melewati jalan berlumpur menuju ke sebuah klinik kanker. Saat melintas, ia menemukan si kecil Okello dengan lengan penuh luka yang tidak terawat dan tubuh yang sedang demam tinggi. Ia membawa Okello ke ruang dokter spesialis kanker satu-satunya di klinik itu dan menemaninya sampai Okello mendapat perawatan dan kondisinya telah stabil.

Yesus, sang teladan kita, melakukan seluruh pelayanan-Nya di tengah-tengah mereka yang menderita, menyembuhkan mereka dan memberitakan kabar baik tentang kasih Allah kepada mereka (Luk. 7:21-22).

Seberapa pentingkah pekerjaan kita saat ini? Tentu saja, membiayai hidup kita dan keluarga adalah sesuatu yang penting. Namun, adakah sesuatu yang dapat kita lakukan untuk meringankan penderitaan di dunia yang sakit ini? Mungkin kita tidak dapat pindah ke Uganda seperti Roxanne, tetapi kita dapat mencari beragam cara untuk membantu seseorang. Hidup siapakah yang akan Anda jamah? —JDB

Allah memakai kita untuk menunjukkan kasih-Nya
Kepada orang-orang yang hidupnya putus asa;
Perbuatan baik kita akan membuka jalan
Untuk mengenalkan Allah dan kasih-Nya yang besar.
—Sper

Keserupaan kita dengan Kristus dapat diukur dari kepedulian kita terhadap penderitaan sesama.

Sumber : Our Daily Bread Indonesia

Ponsel Mampu Deteksi Penyakit Pemakai

Posted in Technology | No Comments »

London – Ponsel canggih untuk mendeteksi apakah penggunanya punya penyakit atau tidak sedang dikembangkan. Perusahaan Inggris Applied Nanodetectors Ltd (AND) mengungkap prototipe ponsel itu dalam International Nanotechnology Exhibition & Conference.

Perangkat tersebut dibuat bekerja sama dengan Nokia. AND mengumumkan akan bekerja sama dengan operator untuk merilis handset itu, misalnya di Jepang.

“Jika handset ini dikomersialisasi di Jepang, hanya masalah waktu sebelum menyebar ke seluruh Asia,” kata Victor Higgs, managing director AND.

Ponsel prototipe yang mereka pamerkan adalah Nokia N95 yang diintegrasikan dengan chip bikinan AND. Chip tersebut terdiri dari berbagai sensor yang bisa mendeteksi gas seperti CO2, Nox sampai ammonia.

Dilansir Sofpedia dan dikutip detikINET, Selasa (24/2/2009), chip itu diklaim mampu menentukan komposisi yang ada dalam nafas pemakainya. Dengan mencocokkan hasilnya dengan karakteristik bermacam penyakit, handset ini dapat mendeteksi penyakit apa yang diderita penggunanya.

AND mengklaim ponsel canggih tersebut mampu melacak penyakit seperti asma, diabetes, kanker paru-paru dan lain-lain. Sayangnya, belum ada kepastian kapan ponsel itu bakal dilempar ke pasaran.

Sumber : detikINET

Pria dan Wanita

Posted in Writing Pen | No Comments »

Ketika AKU menciptakan langit dan bumi.
AKU berfirman dan jadilah.

Ketika AKU menciptakan pria,.
AKU membentuknya dan meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya.

Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah aku meniupkan nafas kehidupan ke pria
karena lubang hidungmu terlalu lembut.

AKU membiarkan pria tertidur dengan nyenyak
sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau.
Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri hasil karyaKu yang sempurna.

Dari satu tulang, AKU menghiasmu.
AKU memilih tulang yg melindungi kehidupan pria.
AKU memilih tulang rusuk, yg melindungi jantung dan paru-paru dan mendukungnya,
sebagaimana yg harus kamu lakukan.
Dari satu tulang ini, aku membentukmu dengan sempurna dan cantik.

Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah.
Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dari pria, yaitu hati atau jantungnya. Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya,
paru-parunya menggenggam nafas kehidupan.

Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia
mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung.
Jika hati rusak, berarti rusuk telah hancur…

Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.

Engkau tidak diambil dari kakinya utk menjadi alasnya,
tidak juga diambil dari kepalanya utk menjadi atasannya.
Engkau diambil dari sisinya, utk berdiri di sebelahnya
dan dipeluk dengan erat.

Engkau adalah malaikat-KU yg sempurna.
Engkau adalah gadis kecilku yg cantik.
Engkau telah tumbuh menjadi wanita yg sempurna, dan
mata-KU terpuaskan ketika aku melihat hatimu.

Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa.
Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk.
Tanganmu sangat lembut untuk disentuh.
AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur.

AKU menggenggam hatimu dekat dengan-KU.
Dari semua yg hidup dan bernafas,
engkau adalah yg paling mirip dgn AKU.

Adam berjalan bersamaku di hari yg dingin dan dia kesepian.
Dia tidak dpt melihat ataupun menyentuh-KU.
Dia hanya dapat merasakan-KU.

Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganku,
Aku membentuknya di dalam kamu.
Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan- KU
dan dukungan-KU.

Engkau adalah istimewa karena
engkau adalah perpanjangan tangan-KU.

Pria melambangkan citra-KU – wanita, perasaan-KU.
Bersama-sama… kalian melambangkan kesempurnaan yg sejati.

Jadi,

Pria – perlakukan wanita dengan baik.
Cintailah dia, hormatilah dia, krn ia lembut.
Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-KU.
Apa yg engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU.
Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya
menghancurkan hatimu sendiri, hati-Nya.

Wanita, dukunglah pria. Dalam kesederhanaan, tunjukkan
kepadanya kekuatan perasaan yg telah KU berikan kepadamu.
Dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu.
Dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah
tulang rusuknya yg melindungi tubuhnya.

Sumber : Sabda Space

[today's bible read] Merayakan Musim Dingin

Posted in today's bible read | No Comments »

Baca: Mazmur 42
Bacaan Untuk Setahun: Imamat 25, Markus 1:23-45


Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! —Mazmur 42:6


Saya suka tinggal di wilayah yang memiliki empat musim. Namun, meskipun saya suka bersantai sambil membaca buku di samping perapian ketika sedang turun salju, saya harus mengakui bahwa kesukaan saya terhadap musim dingin memudar, ketika harihari mendung terus berlanjut hingga bulan Februari.Namun, bagaimanapun cuacanya, selalu ada sesuatu yang spesial pada musim dingin, yaitu Natal! Patut disyukuri bahwa jauh setelah semua hiasan Natal diturunkan, kenyataan Natal masih terus menyegarkan jiwa saya tidak peduli apa pun yang terjadi.

Kalau bukan karena peristiwa kelahiran Kristus, bukan hanya musim dingin yang akan menjadi gelap dan suram, hati kita juga akan menjadi suram dan tanpa harapan. Tidak ada lagi harapan untuk bebas dari kesalahan dan penghakiman. Tidak ada lagi harapan akan kehadiran-Nya yang memberi perasaan aman dan menguatkan di tengah saat-saat yang gelap dan sulit. Tidak ada lagi harapan untuk jaminan masa depan di surga.

Ketika hidupnya dirundung masalah seperti musim dingin yang menerpa, sang pemazmur bertanya, “Mengapa engkau tertekan hai jiwaku?” Pemulihannya sangat jelas dituliskan: “Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (Mzm. 42:5).

Di dalam salah satu kisah Narnia dari C. S. Lewis, Mr. Tumnus mengeluh bahwa di Narnia itu “selalu saja musim dingin dan tidak pernah ada Natal.” Namun, bagi kita yang telah mengenal Allah, sang pencipta musim-musim, Natal senantiasa ada di hati kita! —JMS

Ketika hidup kita dipenuhi dengan beban berat,
Dingin dan suram sama seperti musim dingin yang mencekam,
Nyalakan bara api di hati kami, Tuhan;
Jadikan nyala api-Mu bersinar terang dan cemerlang.
—Kieda


42:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
42:2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
42:3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”
42:4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
42:5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
42:6 (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
42:7 (42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.
42:8 (42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.
42:9 (42-10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: “Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?”
42:10 (42-11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: “Di mana Allahmu?”
42:11 (42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Sumber : Our Daily Bread Indonesia